Perilaku aktif konsumen saat ini dipengaruhi oleh Review dan User-Generated Contents. Lalu, bagaimana Brand mampu dilihat dan diperhatikan oleh calon konsumennya?

Teknik Hyper-Personalization dalam Meningkatkan Tujuan Marketing

Hadigrup.com - Perkembangan teknologi membawa perubahan besar dalam kebiasaan konsumen. Saat ini konsumen mulai terlibat aktif dalam mencari informasi produk sebelum menetapkan pilihan untuk membeli produk.

Perilaku aktif konsumen saat ini dipengaruhi oleh Review dan User-Generated Contents. Lalu, bagaimana Brand mampu dilihat dan diperhatikan oleh calon konsumennya?

User Generated Content - Wpforms.com

source: wpforms.com

Teknik Hyper-Personalization adalah jawaban yang tepat. Bagaimana teknik ini bekerja? Simak penjelasan lengkap di bawah mengenai teknik ini.

Apa itu Teknik Hyper-Personalization?

Hyper-Personalization adalah teknik Personalized-Marketing yang lebih maju dengan bantuan Artificial Intelegence (AI) dan real-data untuk memberikan konten, produk, dan informasi kepada semua pengguna secara spesifik.

Teknik ini berasal dari Personalized-Marketing dengan memanfaatkan perilaku konsumen selama berinteraksi dengan produk yang diinginkan. Informasi perilaku konsumen menjadi sumber data utama bagi tim marketing untuk menerapkan strateginya.

Hyper-Personalization Campaign

source: www.hackernoon.com

Sebagai contoh, konsumen sedang mencari sepatu kulit melalui aplikasimu. Setelah menghabiskan 15 menit mencari, konsumen tersebut pergi tanpa melakukan pembelian. Artificial Intelegence akan melakukan analisa mengenai perilaku dari para pembeli produk sepatu kulit.

  1. Brand kulit sepatu yang paling dicari dan histori jumlah pembelian brand sepatu kulit tersebut

  2. Pain points dari calon konsumen (harga, warna, ukuran, dsj)

  3. Hari dan jam pembelian tertinggi sepatu kulit pada sabtu jam 1 - 4 PM

  4. Push Notifications memiliki nilai interaksi yang tinggi

Campaign yang berbasis Hyper-Personalization akan mengolah informasi tersebut menjadi strategi marketing. Pengiklan akan mengirimkan Push Notifications mengenai sale brand sepatu kulit paling dicari pada hari Sabtu jam 1 sampai 4 sore.

Iklan tersebut telah menerapkan teknik Hyper-Personalization kepada calon konsumen agar memusatkan perhatian konsumen untuk melakukan pembelian brand sepatu kulit tersebut.

Alasan Menggunakan Teknik Hyper-Personalization

Teknik ini membantu tim marketing untuk menyusun strategi yang lebih spesifik berdasarkan kebutuhan dan pain points dari calon konsumen. Lalu apa alasan untuk menerapkan Hyper-Personalization?

  1. Pesan yang disampaikan melalui iklan hanya menangkap 8 detik perhatian konsumen. Untuk mendapatkan perhatian yang lebih, notifikasi secara personal sangat baik digunakan.

  2. 'Best search phrases' mengalami kenaikan 80% dalam 2 tahun menurut Google. Calon konsumen mulai aktif mencari informasi mengenai produk yang ingin dibeli

  3. Informasi yang terlalu penuh dalam sebuah iklan akan menyebabkan konsumen kebingungan dan lepas. Pendekatan secara personal lebih disukai calon konsumen karena merasa lebih dekat.

  4. Menurut Accenture, sebanyak 75% calon pelanggan lebih memilih produk yang ditawarkan oleh orang-orang terdekat dibandingkan referensi pribadi

Setelah memahami alasan dibalik penerapan teknik ini, bagaimana cara kerja Hyper-Personalization?

Cara Kerja Brand Menggunakan Teknik Hyper-Personalization untuk Divisi Marketing

Memahami bagaimana teknik ini bekerja, hal pertama yang perlu diperhatikan adalah posisi personalisasi marketing. 

Personalization Maturity - webengage.com

source: webengage.com

Saat ini posisi personalisasi marketing terbatas pada Single Message Mailing hingga Segmentation Rules Based. Personalisasi marketing masih terbatas dalam segmentasi.

Beberapa brand ternama seperti Amaon, Spotify, dan Starbuck telah menerapkan teknik ini pada level yang lebih jauh yaitu memprediksi perilaku dari calon konsumen.

  1. Amazon

Amazon.com

source: amazon.com

Amazon adalah salah satu Ecommerce ternama dunia yang menerapkan teknik ini dalam marketing yang dilakukan. Amazon memiliki nilai konversi 60% lebih tinggi dibandingkan dengan ecommerce lainnya.

Amazon menggunakan teknik ini untuk mendapatkan informasi mengenai:

  1. History pembelian sebelumnya

  2. Item yang masuk ke dalam Cart

  3. Item yang disukai, dinilai, dan dikomentari

  4. tem yang dibeli dan disukai konsumen lain

  1. Starbucks

Starbucks Logo transparent PNG - StickPNG

source: www.starbuck.com

Starbuck adalah salah satu retail kopi dunia yang menggunakan teknologi berbasis AI. Dengan menggunakan real-time data, Starbuck mengirimkan lebih dari 400.000 pesan personal kepada para pelanggannya.

Starbuck mencari data-data berikut ini:

  1. Histori pembelian pelanggan

  2. Aktivitas pelanggan

Teknik Hyper-Personalization akan membantu Starbuck untuk mengirimkan misi berdasarkan data di atas. Teknik ini meningkatkan efektivitas marketing campaign hingga 3x lebih besar, transaksi mobile meningkat sebesar 24%, dan 2x email redemption.

Teknik Hyper-Personalization membawa marketing menuju level baru dengan memanfaatkan berbagai platform digital. Sudahkah kamu menerapkan teknik ini dalam divisi marketingmu?

Bagikan Artikel ini