Hadigrup.com – Iklan memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan kesadaran merek sekaligus mendatangkan calon pembeli. Keberhasilan sebuah iklan didukung oleh Copywriting yang baik

Tagline VS Slogan: Mana Yang Lebih Baik?

Hadigrup.com – Iklan memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan kesadaran merek sekaligus mendatangkan calon pembeli. Keberhasilan sebuah iklan didukung oleh Copywriting yang baik salah satunya adalah Tagline dan Slogan.

Tagline vs Slogan

source: www.google.com

Kedua Copywriting ini memiliki kemiripan terutama penggunaan teks yang menarik perhatian calon pelanggan. Jika keduanya mirip, mana yang lebih baik? Slogan atau Tagline? Simak penjelasan di bawah ini untuk memahami perbedaan antara Tagline vs Slogan.

Emang Apa Bedanya?

Dalam dunia bisnis, banyak orang yang memahami bahwa Tagline dan Slogan adalah hal yang sama. Pada kenyataannya, kedua hal ini sangat berbeda. Mulai dari definisi, fokus, dan waktu yang tepat kedua hal ini dikembangkan.

  1. Apa itu?

Secara definisi, Tagline dan Slogan memiliki dua definisi yang berbeda. Tagline adalah kalimat yang berguna untuk membantu audiens mengasosiasikan sebuah brand dengan ide tertentu. Tujuan utama sebuah Tagline adalah membentuk nilai dari sebuah Brand di dalam pasar.

Tagline memiliki peranan penting untuk menentukan posisi Brand dengan suatu ide/nilai dalam pasar. Contoh sederhana adalah Apple, masyarakat secara tidak langsung akan berpikir “Get a Mac”.

I'm Mac

source: www.youtube.com

Tagline membantu Brand menjadi top-of-mind dalam masyarakat. Berbeda dengan slogan, Slogan berguna untuk membantu produk atau jasa Brand dikenal oleh masyarakat luas. Pada umumnya slogan berfokus pada tujuan marketing.   

Pada umumnya Slogan mengikuti pada tujuan marketing seperti fitur, keuntungan, emosi pengguna, perbedaan, dan broader value tentang produk. Slogan lebih fleksibel dibandingkan dengan Tagline dikarenakan slogan mengikuti kampanye yang dilakukan.

Slogan Berbeda-Beda Satu Selera

source: www.blog.iscreativeworks.com

  1. Fokus Keduanya?

Memahami perbedaan Tagline dan Slogan secara definisi cukup menyulitkan, terutama banyak slogan yang telah bertransformasi menjadi Tagline. Namun secara khusus, Tagline dan Slogan memiliki aktivitas yang berbeda.

Tagline sebagian besar digunakan dalam kegiatan Branding perusahaan. Tagline menjadi kunci utama perkembangan branding yang dilakukan perusahaan. Karena fokus Tagline adalah meningkatkan pemahaman dan kesadaran dari calon pembeli.

Perusahaan ini menanamkan nilai-nilai tertentu mengenai Brand yang dimiliki kepada calon pembeli. Berbeda dengan Slogan yang sebagian besar digunakan dalam marketing. Slogan mengikuti kampanye produk tertentu.

source: www.blackstormroofingmarket.com

Sehingga sebuah Brand hanya memiliki satu tagline dalam beberapa waktu dan memilik banyak slogan dalam sekali waktu mengikuti tujuan yang ingin dicapai oleh Brand.

  1. Waktu yang Tepat

Perubahan Tagline dan Slogan memiliki waktu yang berbeda. Seorang Brand-Strategist akan mengembangkan Tagline pada fase awal dalam Strategi Komunikasi Brand. Fokus utama seorang Brand-Strategist adalah menempatkan posisi Brand dalam pasar dan perbedaan nilai.

Sehingga seorang Brand-Strategist akan mengembangkan Tagline Brand jika perbedaan atau nilai yang dimiliki mengalami perluasan. Proses ini cukup berbeda dengan pembuatan dan pengembangan dari Slogan.

source: www.brandmasteracademy.com

Tim Marketing akan mengembangkan slogan sesuai dengan tujuan dan kebutuhan dari kampanye yang dilakukan. Pengembangan Slogan begitu fleksibel sehingga tidak terpaku terhadap nilai yang dimiliki Brand.

Akibat fleksibilitas ini, banyak slogan yang mulai berkembang menjadi sebuah Tagline Brand. Beberapa slogan Brand terkenal yang menjadi Tagline seperti McDonald "I'm Lovin It", Nike "Just Do It", dan Apple "Think Different".

Siapa yang Lebih Baik?

Baik Slogan maupun Tagline memilik tujuan yang berbeda. Sehingga kamu harus memperhatikan tujuan dari pekerjaan yang dilakukan. Jika pekerjaan yang dilakukan adalah meningkatkan kesadaran akan brand, maka tepat menggunakan Tagline.

Namun jika ingin mengasosiasikan nilai tertentu dengan Brand maka disarankan menggunakan Slogan. Mudah diingat dan lebih cepat untuk dipahami banyak orang. Keberhasilan sebuah kampanye produk akan melekatkan nilai slogan menjadi sebuah Tagline brand. Sehingga perubahan Tagline dapat menyesuaikan dengan nilai yang dipahami oleh Masyarakat.

Pada akhirnya, jika berbicara mana yang lebih baik di antara keduanya, Slogan dan Tagline adalah yang terbaik sesuai tujuannya. Slogan dan Tagline yang eye-catching akan meningkatkan nilai dan ingatan calon pembeli tentang Brand tersebut.

Bagikan Artikel ini